Di sebuah bangunan SMP, kisah kami bermula. Satu atap sekolah, namun terpisah kelas. Pertemuan pertama tidak meninggalkan kesan manis. Di mataku, ia hanya sosok yang canggung dan asing. Namun waktu adalah perajut takdir yang sabar. Hari berganti, dan keasingan itu luruh menjadi rasa nyaman yang tak tergantikan. 07 agustus 2015, kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Sebelas tahun bukanlah waktu singkat. Di dalamnya, terukir tawa, tangis, dan doa yang sama. Jika ditanya momen mana yang paling berkesan, jawabanku adalah: semuanya. Karena setiap detik bersamanya adalah berharga. Mengapa aku yakin padanya? Karena cinta yang tulus tidak menuntut alasan. Ia hanya tentang hati yang mantap memilih dan menetap. Kini, di tahun 2026, kami menutup lembar kisah remaja dan membuka gerbang baru sebagai suami istri.