Selama kurang lebih satu tahun, sang pria berjuang untuk mendapatkan hati wanita yang dicintainya. Berbagai perhatian, usaha, dan kesungguhan diberikan, namun tak sedikit pula penolakan yang harus diterima. Berkali-kali ditolak, ia tetap memilih bertahan karena percaya bahwa cinta yang tulus selalu menemukan jalannya. Hingga pada suatu hari yang tak terlupakan, di ketinggian 2212 MDPL Gunung Sibayak, perjuangan itu akhirnya berbuah manis. Di antara dinginnya udara pegunungan dan indahnya pemandangan alam, sang wanita menerima perasaannya, dan sejak saat itu kami memulai perjalanan sebagai sepasang kekasih. Hari-hari yang kami lalui tidak selalu mudah. Bersama-sama kami berjuang menyelesaikan skripsi, berbagi cerita-cerita konyol yang kini menjadi kenangan manis, melewati masa-masa patah hati, hingga menghadapi kehilangan yang mengajarkan kami arti ketegaran dan saling menguatkan. Setiap tawa, air mata, dan doa menjadi bagian dari kisah yang membentuk kami hingga hari ini.