(Sebelum berangkat ke Medan), kami bertemu, bukan lagi di kampus. Pertemuan yang bermula dari ucapan Roviq kepada Ana, "Sebetulnya ada beberapa hal yang ingin kutanyakan kepada kamu, jadi apakah kita bisa bertemu?". Pertemuan yang cukup mendadak, relatif singkat, namun sekaligus pertemuan yang menumbuhkan keyakinan bahwa Ana dan Roviq akan menyatukan persinggungan dua garis kisah hidupnya. Dua minggu berlalu sejak hari itu, kami mulai bercerita ini dan itu, mencoba mengenal lebih dalam satu sama lain, hingga tersampaikan arah dan maksud di balik kalimat 'beberapa hal yang ingin kutanyakan' sebelumnya. Hingga pada 2 Februari dengan kemantapan hati keduanya, Roviq memberanikan diri menghaturkan niat baik serta memohon restu untuk meminang Ana kepada orang tuanya, di hari bulan puasa.