Ribuan kata maaf, jutaan tawa. Dan jarak itu menjadi saksi bagaimana kata “yakin” terus kami ucapkan untuk menguatkan hati yang sempat rapuh. Bukan sekedar janji yang terucap, tapi langkah yang terus bergerak. Bukan hanya kata yang indah, namun juga pengorbanan yang nyata. Hingga pada suatu hari yang penuh haru, kami mempertemukan dua keluarga, menyatukan doa-doa dalam satu restu.