Seiring waktu, pertemuan itu berubah menjadi rutinitas yang dinanti. Dia selalu datang lebih dulu, mengirim pesan sekadar menanyakan kabar, atau mengirimi aku foto keseharian. Perlahan, hadirnya menjadi tempat tenang di hari-hariku yang sibuk. Aku mulai menyadari hal-hal kecil yang membuat hatiku bergetar: cara dia tertawa, perhatian sederhana , atau cara matanya lembut ketika ia mendengarkan aku bercerita. Perasaan yang tadinya tak kusadari tumbuh menjadi sesuatu yang hangat dan pasti.