Semuanya dimulai pada 15 Febuari 2019. Di bulan itu, takdir mempertemukan kita untuk pertama kalinya. Percakapan awal yang sederhana mulai membuka pintu kedekatan. Namun, perjalanan tidak langsung mulus; karena satu dan lain hal, kita sempat kehilangan arah dan kehilangan kontak (lost contact) selama 1 tahun dalam perjalanan selama 2 tahun Allah rupanya punya rencana lain. Setelah 1 tahun tanpa kabar, kita dipertemukan kembali. Akhirnya, kita memutuskan untuk menjalin komitmen. Selama kurang lebih 4 tahun, kita melewati berbagai suka dan duka, belajar saling memahami, dan memperkuat akar cinta yang sempat terputus.Setelah yakin bahwa satu sama lain adalah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan, masa pacaran 4 tahun itu membawa kita ke jenjang yang lebih serius. Dengan restu kedua keluarga, kita melangsungkan acara Lamaran. Di hadapan orang tua dan kerabat, janji setia diucapkan sebagai pengikat sebelum langkah terakhir diambilKini, sampailah kita di puncak perjalanan ini: Pernikahan. Hari di mana dua jiwa resmi menjadi satu dalam ikatan suci. Masa lalu yang sempat terpisah dan waktu 4 tahun yang kita lalui menjadi fondasi kuat bagi kita untuk membangun rumah tangga yang abadi.