Seiring berjalannya waktu, kami mulai saling mengenal lebih dalam. Kami pernah saling menjauh, bukan karena hilang rasa, tetapi karena ingin memperbaiki diri, menata hati, dan memastikan bahwa apa yang kami jalani bukan sekadar keinginan, melainkan sebuah kesiapan. Dalam jarak itu, kami belajar arti rindu yang tidak harus selalu diungkapkan, dan doa-doa yang diam-diam dipanjatkan kepada Allah SWT. Hingga pada akhirnya, Allah kembali mendekatkan kami dengan cara yang lebih tenang, lebih dewasa, dan lebih pasti. Dari perjalanan itu kami memahami, bahwa cinta yang baik bukanlah yang tergesa-gesa, melainkan yang dipersiapkan dengan kesungguhan dan niat yang tulus.